Rasanya sudah lama jemari ini tidak menari di atas keyboard untuk mengisi slot di blog. Maklumlah saya ini bloger musiman. Kadang musim seneng nulis, kadang sedang musim mageran. Setelah beberapa waktu belakangan “menghilang” dari peradaban digital karena terserap habis oleh rutinitas di kelas dan laboratorium, akhirnya saya bisa memaksakan diri untuk bercerita.
Dua minggu terakhir ini, sekolah mendadak punya atmosfer yang berbeda. Gelas teh hangat di meja saya sampai harus diisi ulang berkali-kali, menemani aroma khas kabel LAN yang baru dikupas. Ya, musim Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) telah tiba! Laboratorium TKJ yang biasanya riuh dengan candaan, seketika berubah jadi “medan tempur” yang penuh konsentrasi.
Tahun ini, kita mengangkat materi dari kemendikdasmen, tepatnya Soal Paket 4 tentang Implementasi Jaringan LAN.
Kedengarannya mungkin klasik, ya? “Ah, cuma bikin LAN.”
Tapi jangan salah, bagi anak-anak SMK, ini adalah panggung pembuktian mereka setelah tiga tahun bergelut dengan teori dan simulasi. Mereka ditantang membangun infrastruktur yang stabil, dan bisa menjelaskan sistem mereka, walau mungkin masih di taraf yang paling simpel dan sederhana.
Secara umum ketentuan dan materi soal bisa diunduh dari laman https://smk.kemendikdasmen.go.id/ukk
Memang, yang unik dari setiap kegiatan UKK adalah sistem pengujiannya. Peserta ujian harus mampu menunjukkan kemampuannya, secara teori maupun praktikum, yang dibuktikan dengan demonstrasi pekerjaan, uji tulis dan wawancara. Selain penguji internal dari bapak/ibu guru sendiri, anak-anak juga harus berhadapan dengan penguji eksternal dari dunia industri. Bisa dibayangkan betapa campur aduknya perasaan mereka; antara tegang, grogi, tapi juga penasaran.
Nah, tahun ini sengaja kami mendatangkan penguji eksternal yang sebetulnya juga salah satu alumni. Anak didik yang sekarang sudah sukses bekerja sekaligus memiliki usaha mandiri di bidang IT.
Membawa alumni sebagai penguji eksternal menurut saya adalah bentuk strategi yang efektif. Itu bukan cuma soal penilaian teknis, tapi soal memberikan “bukti nyata” ke adik-adik kelas bahwa jalan yang mereka tempuh ini punya masa depan.
Saya yakin, kehadirannya benar-benar membawa warna baru di lab, karena pada akhirnya sosok penguji eksternal tidak hanya datang untuk memberikan nilai atau menguji bagaimana penerapan subneting atau ketelitian konfigurasi IP Address pada sistem operasi, tapi juga hadir sebagai sosok motivator.
Saya bisa melihat binar kebanggaan sekaligus rasa kagum di mata anak-anak. Melihat kakak kelas mereka berdiri di sana—sukses di bidang yang sedang mereka dalami sekarang—menjadi suntikan semangat yang luar biasa. Ketegangan saat di layar tampil “request time out” atau bahkan “Destination host unreachable” akan terasa berkurang, kepercayaan diri muncul saat troubleshooting yang tepat, dan mendadak jadi lebih bermakna karena mereka tahu, apa yang mereka pelajari ini adalah modal nyata untuk mandiri nanti.
Momen paling juara adalah saat pengujian terakhir. Begitu kabel terpasang, lampu indikator di switch dan router berkedip, dan mereka mendapat apresiasi langsung dari sang kakak kelas. Ada rasa lega yang luar biasa. Saya selalu bilang ke mereka, “Menjadi orang IT itu bukan soal seberapa cepat menyelesaikan masalah, tapi juga seberapa tenang mencari solusi dari suatu kebutuhan sistem.”
Dua minggu ini memang melelahkan, tapi melihat anak-anak didik saya melangkah keluar laboratorium dengan kepala tegak, rasanya lelah itu menguap begitu saja. UKK ini bukan cuma soal teknis, ini soal melatih ketangguhan dan melihat masa depan yang cerah lewat jejak sang alumni.
Buat kalian yang baru melaksanakan atau baru saja selesai UKK, selamat ya! Jalan karir masih panjang. Bersemangatlah. Yakinkan diri, bahwa kalian sudah memulai dengan langkah tepat.
